Jujur selama aku bersetubuh dengan almarhum suamiku, aku belum pernah merasakan yang aku rasakan dengan Juned tadi.
Juned masih terus menekan menyodok nyodokan kontolnya diatas tubuhku, semakin lama semakin nikmat kurasakan, walau setelah aku croooth,.. agak sedikit ngilu, namun Juned tak henti menekan sodokan kontolnya sehingga rasa ngilu semakin hilang dan nikmat yang sangat dahsyat kurasakan.
Saat Juned merubah posisi seperti duduk dan posisiku masih terlentang, terasa memekku disodok semakin menekan dinding memekku bagian atas, uuuuhhhsssss,... nikmat yang tiada tara yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, membuat aku kejang-kejang dan berdesir seluruh darah ditubuhku hingga ssssssseeeeeeerrrrrrrrrrr,.... terasa kembali memekku mengeluarkan cairan kenikmatan menyiram kepala kontol Juned, dengan teriakan kenikmatanku Juned sempat berhenti menggenjot kontolnya dan bertanya "Apakah ayank baik-baik saja ?", aku tak bisa menjawab, apakah aku baik-baik saja atau bagaimana, yang jelas kenikmatan yang aku rasakan bikin aku tak bisa berkata-kata.
Juned mencabut kontolnya dan aku lap memekku yang sudah banjir crooth 2 kali, sedangkan Juned belum keluar dan ku lihat kontolnya masih tegak berdiri. Juned menjatuhkan tubuhnya tidur disampingku karena merasa khawatir denganku, karena Juned tahu bahwa aku yang sering sakit sakitan.
Tapi aku rasakan sebenarnya aku baik-baik saja dan masih menginginkan di ewe kontol Juned yang masih tegak berdiri itu, aku minta Juned supaya ngewe aku lagi dengan pura-pura kasihan Juned menahan kontolnya ngaceng belum croth,.. "Aa, ayo masukkan lagi, kasihan Aa belum keluar tuh, nanti pegel nahan-nahannya,..." perintahku,.. padahal aku masih ingin nambah merasakan kenikmatan yang sudah 2 kali ku dapati.
Juned menurut menusukan kembali kontolnya ke memekku setelah meyakinkan bahwa aku baik-baik saja. Kembali Juned ambil posisi seperti tadi posisi duduk dan menusukkan kontolnya ke memekku dengan posisi terlentang, aku sungguh tak tahu harus berposisi seperti apa.
Sungguh gagah juga Juned cara ngewe aku, membuat aku selalu tak bisa bertahan lama, terasa dengan beberapa kali tekanan kontol Juned amblas semua ke liang memekku, aaaaaaahhhhhhhhsssssssss,.......... aku croth lagi yang ke 3 kali.
Akhirnya Juned merasa kasihan padaku atau Juned pengen segera menyudahi ewean itu, langsung merubah posisi dengan mengangkat kedua kakiku naik ke pundaknya, sehingga pantatku naik menjulang tanpa menyentuh kasur, lalu Juned ambil posisi jongkok, gila beneeerrrrr,.. tuh kontol Juned kaya mengkoyak seluruh lubang memekku, membuat aku tak dapat menahan kenikmatan ini, dengan beberapa kali genjotan dan genjotan, kembali aku kejang-kejang dan aaaaaahhhhhhhsss Juneeed, aku crotthh lagi yang ke 4 kali, tapi kali ini Juned ga peduli dengan expresi kenikmatanku, Juned terus menggenjot dan terasa kontol juned semakin menusuk dan mengeras, Juned mempercepat genjotannya dan tiba-tiba dicabut kontol dari memekku, lalu Juned mengocok kontolnya didepanku sampai kaget mukaku tersiram air mani Juned yang kencang menembak tepat dibawah bibirku, air mani Juned banyak dan kental menyiram tubuhku, tapi aku kecewa inginnya merasakan tembakan air mani Juned didalam memekku,... "Aa kenapa diluar, ga apa-apa didalam juga !", Juned membalas pertanyaannku,... "Aa pengen banyak mengeluarkan air maninya, makanya dikocok hehee..." jawab Juned.
Akhirnya kami membersihkan badan kami dikamar mandi, lalu selesai itu, kami nonton TV diatas kasur telanjang ria sambil makan cemilan.
Tak berhenti disitu, aku canda tawa sambil suapin cemilan ke Juned, setelah Juned menghabiskan rokoknya, Juned kembali tiduran diatas kasur, akupun ikut-ikutan nemenin sambil berbincang-bincang kegiatan di sosmed yang kami ikuti, tapi iseng-iseng tangan Juned membelai-belai bulu memekku dan sesekali menyentuh itilku yang terselip dibelahan memekku.
Sebagai wanita normal kembali hasratku bangun kembali, terlihat kontol Juned udah ngaceng lagi, tanpa basa basi Juned mengajak aku untuk tidur dibibir tempat tidur dengan posisi kakiku menjuntai ke lantai, lalu Juned dengan posisi berdiri, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku, kurasakan dengan perlahan kontol juned menyentuh bibir memekku dan mulai menyeruak lubang memekku yang sedikit lembab, lalu kontol juned diusap usapkan ke belahan memekku, aku hanya bisa menutup mata merasakan kenikmatan yang salalu terasa baru ku rasakan.
Dengan perlahan namun pasti Juned menyodok nyodokan kontolnya ke lubang memekku, terasa kenikmatan yang aneh dan baru aku rasakan, waaaw,... luar biasa nikmatnya, namun baru beberapa sodokan saja, tiba-tiba Handphone Juned berbunyi, lalu Juned melepaskan kontolnya dari lubang memekku, aku hanya termenung sambil mendengarkan perbincangan Juned ditelpon, dalam hatiku "Duuh,.. lagi enak-enak tuh ada gangguan telpon,... " apalagi ewean ronde ke 2 itu gatot alias gagal total harus dihentikan karena Juned sudah ditelpon keluarganya untuk segera merapat ke rumahnya.
Dengan berat hati aku dan Juned harus segera mandi dan bersiap untuk pulang, selesai mandi aku dan Juned keluar dari tempat itu dan kembali naik mobil Juned sampai aku dihantarkan naik kendaraan langganan yang sering aku pakai pulang pergi kerja harian.
Bersambung,........
Tak berhenti disitu, aku canda tawa sambil suapin cemilan ke Juned, setelah Juned menghabiskan rokoknya, Juned kembali tiduran diatas kasur, akupun ikut-ikutan nemenin sambil berbincang-bincang kegiatan di sosmed yang kami ikuti, tapi iseng-iseng tangan Juned membelai-belai bulu memekku dan sesekali menyentuh itilku yang terselip dibelahan memekku.
Sebagai wanita normal kembali hasratku bangun kembali, terlihat kontol Juned udah ngaceng lagi, tanpa basa basi Juned mengajak aku untuk tidur dibibir tempat tidur dengan posisi kakiku menjuntai ke lantai, lalu Juned dengan posisi berdiri, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku, kurasakan dengan perlahan kontol juned menyentuh bibir memekku dan mulai menyeruak lubang memekku yang sedikit lembab, lalu kontol juned diusap usapkan ke belahan memekku, aku hanya bisa menutup mata merasakan kenikmatan yang salalu terasa baru ku rasakan.
Dengan perlahan namun pasti Juned menyodok nyodokan kontolnya ke lubang memekku, terasa kenikmatan yang aneh dan baru aku rasakan, waaaw,... luar biasa nikmatnya, namun baru beberapa sodokan saja, tiba-tiba Handphone Juned berbunyi, lalu Juned melepaskan kontolnya dari lubang memekku, aku hanya termenung sambil mendengarkan perbincangan Juned ditelpon, dalam hatiku "Duuh,.. lagi enak-enak tuh ada gangguan telpon,... " apalagi ewean ronde ke 2 itu gatot alias gagal total harus dihentikan karena Juned sudah ditelpon keluarganya untuk segera merapat ke rumahnya.
Dengan berat hati aku dan Juned harus segera mandi dan bersiap untuk pulang, selesai mandi aku dan Juned keluar dari tempat itu dan kembali naik mobil Juned sampai aku dihantarkan naik kendaraan langganan yang sering aku pakai pulang pergi kerja harian.
Bersambung,........