Suatu hari aku kenalan dengan Juned di sosmed, lewat chat kami berkenalan dengan canda namun progres makin meruncing menjadi lebih dekat dan akrab.
Setiap hari aku dengan Juned selalu chat WA dengan canda-canda kelas Dewasa (Blue), karena aku seorang single parent yang ditinggal suamiku (Meninggal Dunia) karena kehendak Yang Kuasa, aku sering menjadi bahan candaan para lelaki disekitar tempat kerja dan teman sosmedku.
Sehingga bahasa dalam candaan hampir terbiasa mendengar kata Kontol, Memek, Itil dll, yang akhirnya aku terbawa-bawa dengan bahasa itu dan hampir tak canggung lagi membalas kata-kata itu dengan orang-orang yang sudah aku kenal lama.
Akhirnya Aku dan Juned sering juga bercanda kata-kata jorok, sampe membahas pengalaman cara bersetubuh yang baik, otomatis yang dibahas sekitar selangkangan.
Hingga suatu hari Juned nembak aku,
Juned : "Teteh, kita pacaran aja yu ?!?"
Aku : "Hayuuu,..........."
saking sudah dekatnya walau sebatas chating, aku merespon tanpa berpikir panjang lagi, karena jujur aku merasa nyaman dengan Juned selama ini. Akhirnya dalam sebulan kenal Aku dan Juned dikatakan berpacaran walau jarak jauh dan belum pernah bertemu di dunia nyata sebelumnya.
Aku diminta sama Juned photoku yang pose sexy katanya, awalnya aku ga mau karena malu ga pernah diliat-liatin milik pribadi dipertontonkan, tapi karena Juned sering minta, akhirnya aku ngalah karena sudah aku anggap Juned pacarku.
Singkat cerita,..............
Setiap hari aku dengan Juned selalu chat WA dengan canda-canda kelas Dewasa (Blue), karena aku seorang single parent yang ditinggal suamiku (Meninggal Dunia) karena kehendak Yang Kuasa, aku sering menjadi bahan candaan para lelaki disekitar tempat kerja dan teman sosmedku.
Sehingga bahasa dalam candaan hampir terbiasa mendengar kata Kontol, Memek, Itil dll, yang akhirnya aku terbawa-bawa dengan bahasa itu dan hampir tak canggung lagi membalas kata-kata itu dengan orang-orang yang sudah aku kenal lama.
Akhirnya Aku dan Juned sering juga bercanda kata-kata jorok, sampe membahas pengalaman cara bersetubuh yang baik, otomatis yang dibahas sekitar selangkangan.
Hingga suatu hari Juned nembak aku,
Juned : "Teteh, kita pacaran aja yu ?!?"
Aku : "Hayuuu,..........."
saking sudah dekatnya walau sebatas chating, aku merespon tanpa berpikir panjang lagi, karena jujur aku merasa nyaman dengan Juned selama ini. Akhirnya dalam sebulan kenal Aku dan Juned dikatakan berpacaran walau jarak jauh dan belum pernah bertemu di dunia nyata sebelumnya.
Aku diminta sama Juned photoku yang pose sexy katanya, awalnya aku ga mau karena malu ga pernah diliat-liatin milik pribadi dipertontonkan, tapi karena Juned sering minta, akhirnya aku ngalah karena sudah aku anggap Juned pacarku.
Singkat cerita,..............
Suatu hari Juned mau keluar kota dimana aku tinggal, kotaku yang seumur hidupku tak pernah ku tinggalkan, Juned minta ketemuan, aku ingin campur bingung, antara rasa malu dan rasa penasaran ingin ketemu bertatap muka.
Aku tidak begitu menanggapi dengan serius karena juned sendiri tidak meyakinkan aku hari kapan dan ketemu dimana.
Suatu pagi sesampainya aku di tempat kerja aku liat handphone ternyata ada panggilan tak terjawab banyak sekali (lupa berapa kalinya) dan chat WA, katanya Juned nunggu aku didepan gerbang perumahan yang memang aku rahasiakan alamat jelasnya, hanya aku kasih tahu nama perumahannya saja.
Lalu aku telpon juned, ternyata nyambung dan diangkat, katanya sudah menunggu ku dari jam 5 pagi sampe jam 7 pagi, nelpon aku ga diangkat, emang HP ku dalam tas jadi tidak terdengar.
Aku meminta maaf dan meminta juned untuk main ke tempat kerjaku, namun juned mengatakan sudah jauh mau ke rumah kakaknya. Akhirnya aku melanjutkan rutinitas di tempat kerjaku, ga bisa chat dengan juned karena juned sedang sibuk setir mobil.
Kira-kira jam 9 pagi Juned telpon aku, katanya sudah sampai ke rumah kakaknya, tapi mengajak ketemuan denganku, karena janji ketemuannya dengan saudaranya diundur ke sore hari, sepakat aku menyetujui untuk ketemuan dengan juned, pikirku hitung-hitung permintaan maaf karena aku tidak mendengar HP ku saat Juned hubungi aku.
Juned : "Yank, ketemuan sekarang yu ?"
Aku : "Owh,.. hayu Aa, jam berapa kesininya ?"
Juned : "Sekarang Aa turun ke sana !"
Aku : "Boleh,.."
Juned : "Ngobrol dimana ya ?"
Aku : "Terserah Aa aja"
Juned : "Tempat Private yu ?"
Aku : "Maksudnya ?"
Juned : "di Hotel hehehe..."
Aku : "mmmm,... aku ga biasa Aa, tapi pengen ketemu sama Aa,...duh gimana ya ?"
Juned : "Ya, maaf,... bukan mau merendahkan tapi jujur Aa kangen,.. hehehe"
Aku : "Tapi Aa jangan menilai Aku ini wanita nakal ya ?"
Juned : "Ya ga laaah,.. masa mengira begitu."
Aku : "Ya,.. Aku manut aja Aa"
Juned : "Tapi kalo di kamar Aa pengen peluk boleh ?"
Aku : "Boleh" memang aku juga pengen meluk pacarku.
Juned : "Cium boleh ?"
Juned : "Cium boleh ?"
Aku : "Boleh,.."
Juned : "Kalo Aa ngaceng gimana ?"
Aku : "Hmmmm....."
Juned : "Boleh ga ?"
Aku : "Apa'an ?"
Juned : "Temuin yang ngaceng sama lawannya dong,... hehehehe...."
Aku : "Aku pasrah aja Aa,..."
Juned : "Siaaaap,... Aa luncur sekarang"
Bersambung,...............
Untuk melanjutkan ke Bagian ke #2
selang satu jam Juned nelpon aku lagi katanya udah sampai ke depan tempat kerjaku, maka aku bersiap untuk keluar, namun tiba-tiba ada pemeriksa kerjaan, akhirnya terhambat beberapa menit untuk menemui Juned.
Setelah selesai pemeriksa kerjaan aku keluar menemui juned, aku cari-cari dimana tidak tahu, karena belum pernah ketemu, baru tahu mukanya di sosmed, akhirnya aku telpon :
Aku : "Hallooo, Aa Juned dimana ?"
Juned : "Disini depan gerbang depan !"
Aku : "Owh, aku disini gerbang belakang, puter aja mobilnya, aku depan parkiran yang banyak bis"
Juned : "OK"
Tak lama kemudian ada mobil avanza berhenti didepanku, ternyata juned, aku disuruh naik dan mobil segera jalan.
Juned : "Kemana kita ni ?"
Aku : "Ga, tahu,.... terserah Aa aja"
Nampak Juned kebingungan untuk mengendalikan kendaraannya ke arah mana, tapi perlahan mobil yang kami gunakan laju merayap, di perjalanan aku sangat kikuk, antara senang bisa bertemu tapi malu dan gemetar seluruh tubuh ntah kenapa pertemuan itu membuatku gugup, tak lama Juned memegang jemariku, tambah bergetar tubuhku, aku tersipu malu saat jemari tanganku ditarik Juned dan dikecupnya, tak banyak berkata-kata dalam perjalanan itu hingga akhirnya menemukan tempat private yang awalnya ga aku sangka kalau Juned akan membawa aku ke tempat itu.
Kendaraan berhenti tepat di parkiran dan Juned meminta aku untuk menunggu di mobil, katanya mau liat dan tanya-tanya dulu tempatnya. Aku menurut saja.
Tak lama kemudian Juned datang dan masuk ke mobil sambil berujar :
Juned : "Yank, kita cari dulu makanan dan minuman ya ?"
Aku : "Mangga Aa,.... " aku manut saja.
Mobil keluar dari area parkir dan mencari Alfamart untuk membeli minuman / makanan.
Bersambung,...............
Untuk melanjutkan ke Bagian ke #2
