Sarbo'ah dan Juned Part #3
Jujur selama aku bersetubuh dengan almarhum suamiku, aku belum pernah merasakan yang aku rasakan dengan Juned tadi.
Juned masih terus menekan menyodok nyodokan kontolnya diatas tubuhku, semakin lama semakin nikmat kurasakan, walau setelah aku croooth,.. agak sedikit ngilu, namun Juned tak henti menekan sodokan kontolnya sehingga rasa ngilu semakin hilang dan nikmat yang sangat dahsyat kurasakan.
Saat Juned merubah posisi seperti duduk dan posisiku masih terlentang, terasa memekku disodok semakin menekan dinding memekku bagian atas, uuuuhhhsssss,... nikmat yang tiada tara yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, membuat aku kejang-kejang dan berdesir seluruh darah ditubuhku hingga ssssssseeeeeeerrrrrrrrrrr,.... terasa kembali memekku mengeluarkan cairan kenikmatan menyiram kepala kontol Juned, dengan teriakan kenikmatanku Juned sempat berhenti menggenjot kontolnya dan bertanya "Apakah ayank baik-baik saja ?", aku tak bisa menjawab, apakah aku baik-baik saja atau bagaimana, yang jelas kenikmatan yang aku rasakan bikin aku tak bisa berkata-kata.
Juned mencabut kontolnya dan aku lap memekku yang sudah banjir crooth 2 kali, sedangkan Juned belum keluar dan ku lihat kontolnya masih tegak berdiri. Juned menjatuhkan tubuhnya tidur disampingku karena merasa khawatir denganku, karena Juned tahu bahwa aku yang sering sakit sakitan.
Tapi aku rasakan sebenarnya aku baik-baik saja dan masih menginginkan di ewe kontol Juned yang masih tegak berdiri itu, aku minta Juned supaya ngewe aku lagi dengan pura-pura kasihan Juned menahan kontolnya ngaceng belum croth,.. "Aa, ayo masukkan lagi, kasihan Aa belum keluar tuh, nanti pegel nahan-nahannya,..." perintahku,.. padahal aku masih ingin nambah merasakan kenikmatan yang sudah 2 kali ku dapati.
Juned menurut menusukan kembali kontolnya ke memekku setelah meyakinkan bahwa aku baik-baik saja. Kembali Juned ambil posisi seperti tadi posisi duduk dan menusukkan kontolnya ke memekku dengan posisi terlentang, aku sungguh tak tahu harus berposisi seperti apa.
Sungguh gagah juga Juned cara ngewe aku, membuat aku selalu tak bisa bertahan lama, terasa dengan beberapa kali tekanan kontol Juned amblas semua ke liang memekku, aaaaaaahhhhhhhhsssssssss,.......... aku croth lagi yang ke 3 kali.
Akhirnya Juned merasa kasihan padaku atau Juned pengen segera menyudahi ewean itu, langsung merubah posisi dengan mengangkat kedua kakiku naik ke pundaknya, sehingga pantatku naik menjulang tanpa menyentuh kasur, lalu Juned ambil posisi jongkok, gila beneeerrrrr,.. tuh kontol Juned kaya mengkoyak seluruh lubang memekku, membuat aku tak dapat menahan kenikmatan ini, dengan beberapa kali genjotan dan genjotan, kembali aku kejang-kejang dan aaaaaahhhhhhhsss Juneeed, aku crotthh lagi yang ke 4 kali, tapi kali ini Juned ga peduli dengan expresi kenikmatanku, Juned terus menggenjot dan terasa kontol juned semakin menusuk dan mengeras, Juned mempercepat genjotannya dan tiba-tiba dicabut kontol dari memekku, lalu Juned mengocok kontolnya didepanku sampai kaget mukaku tersiram air mani Juned yang kencang menembak tepat dibawah bibirku, air mani Juned banyak dan kental menyiram tubuhku, tapi aku kecewa inginnya merasakan tembakan air mani Juned didalam memekku,... "Aa kenapa diluar, ga apa-apa didalam juga !", Juned membalas pertanyaannku,... "Aa pengen banyak mengeluarkan air maninya, makanya dikocok hehee..." jawab Juned.
Akhirnya kami membersihkan badan kami dikamar mandi, lalu selesai itu, kami nonton TV diatas kasur telanjang ria sambil makan cemilan.
Tak berhenti disitu, aku canda tawa sambil suapin cemilan ke Juned, setelah Juned menghabiskan rokoknya, Juned kembali tiduran diatas kasur, akupun ikut-ikutan nemenin sambil berbincang-bincang kegiatan di sosmed yang kami ikuti, tapi iseng-iseng tangan Juned membelai-belai bulu memekku dan sesekali menyentuh itilku yang terselip dibelahan memekku.
Sebagai wanita normal kembali hasratku bangun kembali, terlihat kontol Juned udah ngaceng lagi, tanpa basa basi Juned mengajak aku untuk tidur dibibir tempat tidur dengan posisi kakiku menjuntai ke lantai, lalu Juned dengan posisi berdiri, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku, kurasakan dengan perlahan kontol juned menyentuh bibir memekku dan mulai menyeruak lubang memekku yang sedikit lembab, lalu kontol juned diusap usapkan ke belahan memekku, aku hanya bisa menutup mata merasakan kenikmatan yang salalu terasa baru ku rasakan.
Dengan perlahan namun pasti Juned menyodok nyodokan kontolnya ke lubang memekku, terasa kenikmatan yang aneh dan baru aku rasakan, waaaw,... luar biasa nikmatnya, namun baru beberapa sodokan saja, tiba-tiba Handphone Juned berbunyi, lalu Juned melepaskan kontolnya dari lubang memekku, aku hanya termenung sambil mendengarkan perbincangan Juned ditelpon, dalam hatiku "Duuh,.. lagi enak-enak tuh ada gangguan telpon,... " apalagi ewean ronde ke 2 itu gatot alias gagal total harus dihentikan karena Juned sudah ditelpon keluarganya untuk segera merapat ke rumahnya.
Dengan berat hati aku dan Juned harus segera mandi dan bersiap untuk pulang, selesai mandi aku dan Juned keluar dari tempat itu dan kembali naik mobil Juned sampai aku dihantarkan naik kendaraan langganan yang sering aku pakai pulang pergi kerja harian.
Bersambung,........
Tak berhenti disitu, aku canda tawa sambil suapin cemilan ke Juned, setelah Juned menghabiskan rokoknya, Juned kembali tiduran diatas kasur, akupun ikut-ikutan nemenin sambil berbincang-bincang kegiatan di sosmed yang kami ikuti, tapi iseng-iseng tangan Juned membelai-belai bulu memekku dan sesekali menyentuh itilku yang terselip dibelahan memekku.
Sebagai wanita normal kembali hasratku bangun kembali, terlihat kontol Juned udah ngaceng lagi, tanpa basa basi Juned mengajak aku untuk tidur dibibir tempat tidur dengan posisi kakiku menjuntai ke lantai, lalu Juned dengan posisi berdiri, mulai mengarahkan kontolnya ke lubang memekku, kurasakan dengan perlahan kontol juned menyentuh bibir memekku dan mulai menyeruak lubang memekku yang sedikit lembab, lalu kontol juned diusap usapkan ke belahan memekku, aku hanya bisa menutup mata merasakan kenikmatan yang salalu terasa baru ku rasakan.
Dengan perlahan namun pasti Juned menyodok nyodokan kontolnya ke lubang memekku, terasa kenikmatan yang aneh dan baru aku rasakan, waaaw,... luar biasa nikmatnya, namun baru beberapa sodokan saja, tiba-tiba Handphone Juned berbunyi, lalu Juned melepaskan kontolnya dari lubang memekku, aku hanya termenung sambil mendengarkan perbincangan Juned ditelpon, dalam hatiku "Duuh,.. lagi enak-enak tuh ada gangguan telpon,... " apalagi ewean ronde ke 2 itu gatot alias gagal total harus dihentikan karena Juned sudah ditelpon keluarganya untuk segera merapat ke rumahnya.
Dengan berat hati aku dan Juned harus segera mandi dan bersiap untuk pulang, selesai mandi aku dan Juned keluar dari tempat itu dan kembali naik mobil Juned sampai aku dihantarkan naik kendaraan langganan yang sering aku pakai pulang pergi kerja harian.
Bersambung,........
Sarbo'ah dan Juned Part #2
Sekembalinya dari Alfamart mobil masuk ke area parkir sebuah hotel yang tadi sudah dipesan oleh Juned, hanya parkirnya pindah ke tempat yang berdekatan dengan kamar yang dipesan.Dengan gugup aku turun dari mobil rasanya bercampur aduk dengan rasa takut ketemu dengan orang yang mengenali aku, ternyata diluar perkiraanku, Juned nampak jalan beriringan denganku tanpa rasa malu ataupun canggung, seolah kami ini adalah suami istri, sehingga aku berasa nyaman dan terlindungi.
Naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift dan pas keluar lift belok kiri disitulah kamar yang dipesan Juned. Klik kunci pintu dibuka dan kami masuk, tanpa menunggu waktu lama, aku ijin sama Juned untuk mandi karena aku takut badanku bau keringat.
Selesai mandi aku keluar dari kamar mandi nampak Juned sedang menonton TV duduk dipinggir kasur, begitu melihat aku berselimut handuk Juned langsung menghampiriku dan aku berujar : "Aa, aku pake baju jangan ?" tanyaku,... Juned menjawab "Ga usah ya hehehe,..."Handuku Juned lepas dan dilap semua bagian punggungku sama Juned dan aku dibimbing untuk naik ke kasur lalu aku diselimuti oleh selimut yang ada diatas kasur itu,.. uuuuuhhhh,... diluar perkiraan, Juned begitu perhatiannya padaku.
Disudut mataku aku curipandang pada Juned, aku sudah telanjang tanpa sehelai benangpun dikasur, juned ngapain dalam pikirku. Juned terlihat melepas baju dan celana, namun masih membiarkan celana dalamnya nempel, lalu naik ke atas kasur. Juned memeluku dari belakang sehingga badanku yang kedinginan setelah mandi dihangatkan oleh tubuh juned yang nempel sambil tiduran.
Seluruh tubuhku bergetar terasa darah disekujur tubuh berdesir hebat, karena selama aku dekat dengan lak-laki belum pernah diperlakukan seperti ini, semua serba kasar jauh dari kemesraan.
Sedikit aku tulis pengalamanku selama berumahtangga dengan alm suamiku :
Aku setiap diajak melakukan hubungan suami istri selalu diperlakukan kasar, dicambuk sabuk, disulut rokok dll, maaf hal ini bukan ada maksud untuk menjelekan pasanganku, namun apa yang aku rasakan perlakukan dari Juned sungguh jauh berbeda ibarat langit dan bumi.
Aku setiap diajak melakukan hubungan suami istri selalu diperlakukan kasar, dicambuk sabuk, disulut rokok dll, maaf hal ini bukan ada maksud untuk menjelekan pasanganku, namun apa yang aku rasakan perlakukan dari Juned sungguh jauh berbeda ibarat langit dan bumi.
Tanda-tanda kejantanan Juned mulai nampak dan terasa ada yang mengganjal di bokongku, tapi aku diam dan merasakan hangatnya pelukan Juned yang masih melingkar dileher dan dadaku.
Sesekali Juned mengelus payudaraku yang sudah tidak terhalang sehelai benangpun, membuat aku geli keenakan, lalu Juned sambil ngobrol canda tangannya membelai tubuhku bagian depan hingga Memekku disentuhnya, membuat aku terangsang dan akhirnya aku merubah posisiku menjadi terlentang.
Juned mengelus-elus belahan memekku, semakin berdesir darahku, membuat aku merem melek merasakan geli keenakan. Tak lama Juned pun membalikan badannya menjadi terlentang dan membuka celana dalamnya, lalu tangannya mengelus memekku lagi memainkan belahan memekku.
Aku lihat kontol Juned sudah berdiri tegak, tak tahan aku ingin memegangnya namun aku masih malu, akhirnya ku beranikan diri untuk menyentuh kontol Juned, begitu ku pegang "Waw, keras dan panjang", tapi tak lama aku sentuh langsung aku lepas lagi, rasa maluku belum hilang walaupun Juned tidak melarang atau memintanya untuk disentuh.
Tanpa komentar yang saling menahan hasrat, Juned berkata : "Yank, masukin ya kontolnya ke memek ?" Aku ga menjawab cuma memeluk Juned dan membiarkan tubuh ku dihimpit tubuh Juned.
Pemanasan kami masih sangat kaku karena masing-masing masih ada rasa malu, mungkin karena baru pertamakali ngobrol dengan bahasa tubuh hehehe.....
Juned mengecup bibirku dan menciumi leherku sambil terasa kontolnya mulai nempel dimemekku, uuuuhhhhssss hangat hangat merangsang kepala kontol juned terasa saat menempel dibibir lubang senggama memekku,... perlahan namun pasti kontol juned terus masuk memaksa lubang memekku menganga, ada sedikit perih dilubang memekku saat kontol juned masuk, mungkin karena sudah lama ga bersetubuh. Terlihat Junedpun rada menahan tusukan kontolnya dan berkata : "Yank, memek ayank ko masih sempit begini ?", aku hanya senyum dan membiarkan Juned menikmati memek sempitku.
Rupanya Juned pinter membuat pasangan terangsang agar lubang memekku basah, dia tidak menusukan kontolnya sekaligus masuk semua, namun ditusuk cabut dengan menambah dalamnya tusukan sedikit sedikit lebih dalam.
Disaat Juned mencabut keluar semua kontolnya dari memekku, kepala kontolnya menyentuh itilku sampe aku kaget kegelian, rasanya seperti gimanaaaaaaa gitu, itilku tersentuh kepala kontol yang sudah basah oleh licinnya cairan memekku.
Junedpun terbawa kaget dan bertanya kepadaku "Kenapa, sakit ya ?"... Aku tertawa lirih sambil menutup mulutku karena malu, "Engga Aa,.. kaget aja, geli geli enak.... tak pernah tersentuh itilku setelah ditinggal suami",..
Junedpun terbawa kaget dan bertanya kepadaku "Kenapa, sakit ya ?"... Aku tertawa lirih sambil menutup mulutku karena malu, "Engga Aa,.. kaget aja, geli geli enak.... tak pernah tersentuh itilku setelah ditinggal suami",..
Juned hanya tersenyum dan mencoba memasukkan kembali kontolnya ke memekku. Tak tahan kayanya Juned dengan permainan itu, tak menunggu lama lagi setelah terasa memekku basah dan siap ditusuk, Juned mendorong perlahan dan Bleeeepppph.... kontol Juned masuk semua ke liang memekku, aku sedikit menganga saat tekanan kontol Juned menyentuh dalam memekku.
Juned mulai menarik dan mendorong kontolnya berirama, aku mulai tak tahan merasakan kenikmatan di ewe Juned sampe kontol amblas dan itilku tersentuh sentuh pangkal kontol juned. Kurasakan tusukan kontol Juned semakin membuat darah berdesir, aku hanya bisa mengigit bibir merasakan kenikmatan disodok kontol Juned sambil menggeleng gelengkan kepala kekiri dan kekanan, makin lama makin terasa seperti ingin pipis namun aku tak sanggup untuk menghentikan tusukan kontol Juned yang gede, panjang dan keras itu, hingga akhirnya aku merasakan memekku aktif berdenyut dan uuuuuuuuuhhhhssssss,.. seluruh otot tubuhku mengejang dan apa yang terjadi aku baru saja merasakan kenikmatan yang sangat memuncak hingga terasa memekku basah kuyup, rupanya aku klimaks memuntahkan cairan kenikmatan yang pertama selama aku bersetubuh.
Bersambung ......
Untuk melanjutkan ke Bagian ke #3
Sarboah dan Juned Part #1
Suatu hari aku kenalan dengan Juned di sosmed, lewat chat kami berkenalan dengan canda namun progres makin meruncing menjadi lebih dekat dan akrab.
Setiap hari aku dengan Juned selalu chat WA dengan canda-canda kelas Dewasa (Blue), karena aku seorang single parent yang ditinggal suamiku (Meninggal Dunia) karena kehendak Yang Kuasa, aku sering menjadi bahan candaan para lelaki disekitar tempat kerja dan teman sosmedku.
Sehingga bahasa dalam candaan hampir terbiasa mendengar kata Kontol, Memek, Itil dll, yang akhirnya aku terbawa-bawa dengan bahasa itu dan hampir tak canggung lagi membalas kata-kata itu dengan orang-orang yang sudah aku kenal lama.
Akhirnya Aku dan Juned sering juga bercanda kata-kata jorok, sampe membahas pengalaman cara bersetubuh yang baik, otomatis yang dibahas sekitar selangkangan.
Hingga suatu hari Juned nembak aku,
Juned : "Teteh, kita pacaran aja yu ?!?"
Aku : "Hayuuu,..........."
saking sudah dekatnya walau sebatas chating, aku merespon tanpa berpikir panjang lagi, karena jujur aku merasa nyaman dengan Juned selama ini. Akhirnya dalam sebulan kenal Aku dan Juned dikatakan berpacaran walau jarak jauh dan belum pernah bertemu di dunia nyata sebelumnya.
Aku diminta sama Juned photoku yang pose sexy katanya, awalnya aku ga mau karena malu ga pernah diliat-liatin milik pribadi dipertontonkan, tapi karena Juned sering minta, akhirnya aku ngalah karena sudah aku anggap Juned pacarku.
Singkat cerita,..............
Setiap hari aku dengan Juned selalu chat WA dengan canda-canda kelas Dewasa (Blue), karena aku seorang single parent yang ditinggal suamiku (Meninggal Dunia) karena kehendak Yang Kuasa, aku sering menjadi bahan candaan para lelaki disekitar tempat kerja dan teman sosmedku.
Sehingga bahasa dalam candaan hampir terbiasa mendengar kata Kontol, Memek, Itil dll, yang akhirnya aku terbawa-bawa dengan bahasa itu dan hampir tak canggung lagi membalas kata-kata itu dengan orang-orang yang sudah aku kenal lama.
Akhirnya Aku dan Juned sering juga bercanda kata-kata jorok, sampe membahas pengalaman cara bersetubuh yang baik, otomatis yang dibahas sekitar selangkangan.
Hingga suatu hari Juned nembak aku,
Juned : "Teteh, kita pacaran aja yu ?!?"
Aku : "Hayuuu,..........."
saking sudah dekatnya walau sebatas chating, aku merespon tanpa berpikir panjang lagi, karena jujur aku merasa nyaman dengan Juned selama ini. Akhirnya dalam sebulan kenal Aku dan Juned dikatakan berpacaran walau jarak jauh dan belum pernah bertemu di dunia nyata sebelumnya.
Aku diminta sama Juned photoku yang pose sexy katanya, awalnya aku ga mau karena malu ga pernah diliat-liatin milik pribadi dipertontonkan, tapi karena Juned sering minta, akhirnya aku ngalah karena sudah aku anggap Juned pacarku.
Singkat cerita,..............
Suatu hari Juned mau keluar kota dimana aku tinggal, kotaku yang seumur hidupku tak pernah ku tinggalkan, Juned minta ketemuan, aku ingin campur bingung, antara rasa malu dan rasa penasaran ingin ketemu bertatap muka.
Aku tidak begitu menanggapi dengan serius karena juned sendiri tidak meyakinkan aku hari kapan dan ketemu dimana.
Suatu pagi sesampainya aku di tempat kerja aku liat handphone ternyata ada panggilan tak terjawab banyak sekali (lupa berapa kalinya) dan chat WA, katanya Juned nunggu aku didepan gerbang perumahan yang memang aku rahasiakan alamat jelasnya, hanya aku kasih tahu nama perumahannya saja.
Lalu aku telpon juned, ternyata nyambung dan diangkat, katanya sudah menunggu ku dari jam 5 pagi sampe jam 7 pagi, nelpon aku ga diangkat, emang HP ku dalam tas jadi tidak terdengar.
Aku meminta maaf dan meminta juned untuk main ke tempat kerjaku, namun juned mengatakan sudah jauh mau ke rumah kakaknya. Akhirnya aku melanjutkan rutinitas di tempat kerjaku, ga bisa chat dengan juned karena juned sedang sibuk setir mobil.
Kira-kira jam 9 pagi Juned telpon aku, katanya sudah sampai ke rumah kakaknya, tapi mengajak ketemuan denganku, karena janji ketemuannya dengan saudaranya diundur ke sore hari, sepakat aku menyetujui untuk ketemuan dengan juned, pikirku hitung-hitung permintaan maaf karena aku tidak mendengar HP ku saat Juned hubungi aku.
Juned : "Yank, ketemuan sekarang yu ?"
Aku : "Owh,.. hayu Aa, jam berapa kesininya ?"
Juned : "Sekarang Aa turun ke sana !"
Aku : "Boleh,.."
Juned : "Ngobrol dimana ya ?"
Aku : "Terserah Aa aja"
Juned : "Tempat Private yu ?"
Aku : "Maksudnya ?"
Juned : "di Hotel hehehe..."
Aku : "mmmm,... aku ga biasa Aa, tapi pengen ketemu sama Aa,...duh gimana ya ?"
Juned : "Ya, maaf,... bukan mau merendahkan tapi jujur Aa kangen,.. hehehe"
Aku : "Tapi Aa jangan menilai Aku ini wanita nakal ya ?"
Juned : "Ya ga laaah,.. masa mengira begitu."
Aku : "Ya,.. Aku manut aja Aa"
Juned : "Tapi kalo di kamar Aa pengen peluk boleh ?"
Aku : "Boleh" memang aku juga pengen meluk pacarku.
Juned : "Cium boleh ?"
Juned : "Cium boleh ?"
Aku : "Boleh,.."
Juned : "Kalo Aa ngaceng gimana ?"
Aku : "Hmmmm....."
Juned : "Boleh ga ?"
Aku : "Apa'an ?"
Juned : "Temuin yang ngaceng sama lawannya dong,... hehehehe...."
Aku : "Aku pasrah aja Aa,..."
Juned : "Siaaaap,... Aa luncur sekarang"
Bersambung,...............
Untuk melanjutkan ke Bagian ke #2
selang satu jam Juned nelpon aku lagi katanya udah sampai ke depan tempat kerjaku, maka aku bersiap untuk keluar, namun tiba-tiba ada pemeriksa kerjaan, akhirnya terhambat beberapa menit untuk menemui Juned.
Setelah selesai pemeriksa kerjaan aku keluar menemui juned, aku cari-cari dimana tidak tahu, karena belum pernah ketemu, baru tahu mukanya di sosmed, akhirnya aku telpon :
Aku : "Hallooo, Aa Juned dimana ?"
Juned : "Disini depan gerbang depan !"
Aku : "Owh, aku disini gerbang belakang, puter aja mobilnya, aku depan parkiran yang banyak bis"
Juned : "OK"
Tak lama kemudian ada mobil avanza berhenti didepanku, ternyata juned, aku disuruh naik dan mobil segera jalan.
Juned : "Kemana kita ni ?"
Aku : "Ga, tahu,.... terserah Aa aja"
Nampak Juned kebingungan untuk mengendalikan kendaraannya ke arah mana, tapi perlahan mobil yang kami gunakan laju merayap, di perjalanan aku sangat kikuk, antara senang bisa bertemu tapi malu dan gemetar seluruh tubuh ntah kenapa pertemuan itu membuatku gugup, tak lama Juned memegang jemariku, tambah bergetar tubuhku, aku tersipu malu saat jemari tanganku ditarik Juned dan dikecupnya, tak banyak berkata-kata dalam perjalanan itu hingga akhirnya menemukan tempat private yang awalnya ga aku sangka kalau Juned akan membawa aku ke tempat itu.
Kendaraan berhenti tepat di parkiran dan Juned meminta aku untuk menunggu di mobil, katanya mau liat dan tanya-tanya dulu tempatnya. Aku menurut saja.
Tak lama kemudian Juned datang dan masuk ke mobil sambil berujar :
Juned : "Yank, kita cari dulu makanan dan minuman ya ?"
Aku : "Mangga Aa,.... " aku manut saja.
Mobil keluar dari area parkir dan mencari Alfamart untuk membeli minuman / makanan.
Bersambung,...............
Untuk melanjutkan ke Bagian ke #2
Langganan:
Postingan (Atom)
